Selasa, 04 September 2012

Mengenang Fritz Faozan Abdurrahman

Malam tadi adalah hari ketujuh berpulangnya sahabat tercinta saya Fritz Faozan Abdurrahman. Sewaktu masih berada di pengasingan dahulu, dia aktif menulis di akun fbnya yang bernick name: Dawkins Myhero. Dan berikut ini adalah salah satu notenya yang dulu pernah saya republish di fb saya.



Kabar dari Seberang 002
by Adjie Vickry on Sunday, January 10, 2010 at 5:50am ·
Oleh: Dawkins Myhero


Terimakasih Mentor (kemarin gw ditegur krn menyebutnya mursyid), terimakasih Broth Matahari, Ipung, Mahesa Karang dan semua yang telah mengapresiasi note gw kemarin.

Beberapa waktu lalu cs gw sebenarnya telah menulis di notenya tentang hal ne, tp berhubung perasaan dy terlalu alus dan keaknya ga mau menyinggung perasaan “orang”,kutipan ayat Alquran yang dy paparkan wktu ntu akan gw kopas di sini dan gw telaah (ceile…) dari sudut pandang gw.

“Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya (dalam menghakimi) dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui. Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian meninggikan suara melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya sebagian kalian terhadap sebagian yang lain, supaya tidak sia-sia amal-amal kalian karena ketidakwaspadaan (kalian yang semacam itu).

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang sedang diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu (Muhammad) dari luar kamar, kebanyakan mereka tidak mengerti. Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu (Muhammad) keluar menemui mereka, sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.

Wahai orang-orang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (segala yang diberitakan kepada kalian itu) supaya kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada salah satu kaum tanpa mengetahui keadaan (mereka yang sebenar)-nya sehingga kalian akan menyesal atas perbuatan (yang telah kalian lakukan) itu.” QS. 49, Al Hujurat ayat 1 s/d 6.

Mahatma Gandhi, dibunuh oleh seorang militant Hindu karena dianggap lebih membela kepentingan Pakistan yang muslim ketimbang India, padahal Sang Mahatma, seorang Hindu yang teramat sangat taat itu, sesungguhnya hanya menyayangkan jika tanah tumpah darahnya India sampai pecah. Dari keempat Khulafaur Rasyidin, hanya Abu Bakar Ashshidiq yang tidak mati terbunuh. Bahkan jenazah Utsman Bin Afan, menurut buku Farag Fouda, Sebuah Kebenaran yang Hilang, jenazahnya sempat terbengkalai beberapa hari di pinggir jalan sebelum akhirnya dikuburkan di pemakaman orang Yahudi. Begitulah catatan sejarah.

Apakah kita juga hendak memerosokkan diri dalam lubang sejarah yang sama karena kesempitan pandangan kita?

J. Krishna Murti membubarkan Orde Bintang setelah memimpinnya sekitar 18 tahun dan memutuskan untuk berkeliling dunia sebagai Guru Rohani karena sudah mukasyafah, tercerahkan kesadarannya, dan memahami bahwa kebenaran tidak mungkin bisa ditemukan dalam organisasi manapun, kecuali mereka yang tergabung dalam organisasi itu bisa membebaskan diri mereka masing-masing dari keterkondisian dan indoktrinasi.

Yups, dalam ajaran J.Krishnamurti yang telah disarikan oleh temen gw, “hidup adalah sesuatu yang menyerupai aliran sungai; senantiasa bergerak menuju muara Sang Pencipta (innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’uwn), tapi hanya sedikit orang yang berani mengarungi dinamika kemengalirannya. Kebanyakan orang lebih memilih, atau merasa aman, berdiam dalam kubangan yang kedalaman dan garis tepinya telah terukur.”

Dalam kesimpulan yang nyastra cs gw ntu, “Orang-orang yang telah mengarungi samudra dan sudah mendapatkan mutiaranya tidak akan takjub lagi dengan seberapapun luas dan dalamnya kolam bikinan manusia yang tampak tenang dan tak bergelombang, tapi mereka yang baru menyaksikan kolam bikinan manusia yang di matanya telah sedemikian tertata, akan berusaha memasukkan semua orang ke dalamnya dengan tujuan ‘luhur’ menghindarkan mereka dari ganasnya ombak.”

Dan gw haqqul yakin, antek-antek Saudy itu tidak akan pernah nyambung dengan ungkapan orang beradab sebagaimana yang telah gw uraikan sejak dari awal tadi. Bukannya gw mengecilkan, tapi kedangkalan mereka dalam memahami Islam yang rahmatan lilalamin, kalau didiamkan memang bisa “mengancam” eksistensi syariat yang sesungguhnya sangat mulia ini.

Contoh, dengan mudahnya mereka menghakimi alm. Gus Dur telah menghina Alquran, padahal tindakan mereka selama ini, setidaknya sudah jelas-jelas bertentangan dengan ayat-ayat Alquran dalam surah Alhujurat yang secara harfiah bisa diartikan sebagai pluralisme (kamar-kamar pemahaman). Yang gw kutip di atas Cuma 6 ayat, silahkan dibaca 12 ayat lainnya, terutama ayat ke 13 yang telah mereka reduksi hanya sebatas ayat buat pernikahan; beristri banyak agar bisa memperbanyak konstituen militant untuk bisa “menaklukkan” bangsa-bangsa, dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yang semenjak zaman Wali Songo telah mengembangkan Islam yang santun, toleran, dan menghargai umat lain, adalah target utama yang hendak mereka “khilafah”-kan dengan langkah awal meng-“khurafat”-kan ritualnya yang menghormati tradisi leluhur.

Dengan lantang mereka berkata hendak me-“murni”-kan Islam dari syirik ritual namun menggantikannya dengan syirik ideology destruktif yang mereka import mentah-mentah dari Arab Saudy. Aliran Wahabi yang mulai menghadapi krisis di negeri asalnya, mereka taqiyahkan sebagai salafi. Salafi adalah aliran para kaum sarungan di negeri ini, yang organisasi terbesarnya sebelum dipimpin oleh Gus Dur mereka cibir sebagai puritan, kaum terbelakang. Namun setelah mereka kesulitan menandingi intelektualitas putra-putri kaum sarungan yang kini demikian percayadiri dalam memahami esensi agama Islam karena luasnya wawasan keilmuan, mereka “ngeper” dan bersembunyi di ketiak Tuhan sambil membajak ayat-ayat Alquran dan Hadis shahih untuk melegitimasi kepecundangan mereka, dengan terus menerus menebar terror, me-“murtad”-kan muslim lain yang tidak sepaham.

Mari kita renungkan ayat ke 16, “Katakanlah, apakah kalian hendak mengajari Allah tentang agama kalian? Padahal Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan bumi? Allah Mahamengetahui segala sesuatu.”

Dan surat yang meletakkan sendi-sendi pluralisme dalam Islam ini pun Oleh Tuhan ditutup dengan statement, “Sesungguhnya Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi. Dan Allah Mahamelihat apa saja yang telah kalian kerjakan,” termasuk saat kalian mendoktrin orang-orang yang masih lemah pemahamannya tentang Islam dengan “sabotase” ayat-ayat Alquran dan Hadis shahih sesuai agenda dan kepentingan kalian.

Apakah temen-temen sudah tahu kronologisnya hingga mereka menganggap alm. Gus Dur telah menghina Alquran?

Saat ramai-ramainya wacana yang mereka gulirkan bahwa negara harus ikut mengatur, tak terkecuali hal-hal yang bersifat pribadi, termasuk definisi sesuatu yang dianggap porno. (Yups, untuk tambahan informasi saja, di Arab Saudy, hingga hari ini, seorang perempuan bisa dituduh menipu kaum laki-laki karena menggunakan BH yang diganjal busa). Pada saat ramai-ramainya perdebatan tentang perlu or tidaknya UU Pornografi dan Pornoaksi itulah alm. Gus Dur sempat nyeletuk dengan guyonannya yang khas dan sangat cerdas. So, harap maklum jika orang-orang bebal itu tidak mampu menangkap maksud beliau dan menuduhnya telah menghina Alquran.

“Kalau semua hal yang menyangkut payudara dan lain-lain seperti dalam draft UU (sebelum direvisi) itu dikategorikan sebagai sesuatu yang porno, bisa-bisa Alquran juga dianggap kitab suci paling porno di dunia karena dalam banyak ayatnya membicarakan tentang susu menyusu.” (Silahkan baca dalam Alquran surah ke; 2:233, 4:23, 28:12, 22:2, 28:7, 65:6).

Nah, apakah kalimat seperti ini bisa dikategorikan menghina Alquran? Lalu apakah aksi pengeboman bunuh diri dan lain-lain yang mereka atasnamakan sebagai jihad itu sesuai dengan semangat surat Alhujurat, terutama ayat ke 13 dan 16-nya?

Silahkan menalar paparan gw ini sesuai dengan akal sehat teman-teman yang belum terkondisikan oleh berbagai indoktrinasi mereka.

Tabik…

Alastua, 09/01/10.
Top of Form
Like · · Unfollow Post · Share · Delete


Pratiwi Setyaningrum Wew, aku jadi tambah ilmu nih, mohon ijin simpan ya mas! semoga gus dur makin tenang bersamaNya, Alfatikhah..

Adjie Vickry Silahkan mba Tiwi... Suwun.

Mujibur Rachman Ma'mun Assalam..
Lama gak jumpa, nelaah tulisan2mu terasa makin 'kaya' saja..

Makasih, u/ kesempatan membacanya..

Adjie Vickry Waalaikumussalam wa rahmah... Suwun Gus... Wingi pas bedah buku nang Kajen aku arep ketemu smpyn, tp nang permata ketepakan lg reuni... Suwun.


Iswatin Hasanah Abdilla inspiring mas [..emng 'menuduh' itu pekerjaan paling mudah,g ush cape2 putar otak nyari argue kan..]

Adjie Vickry Begitulah mba... Berkah demokrasi dan revolusi informasi, di sisi lain telah melahirkan masyarakat artifisial, serba instan, dan miskin pendalaman. Tp seperti ngendikane simbah: "Sumur sing bening tur jero pecerene tansah ombo..."

Suwun mba Is...

Faza Pati Yo bener lek, sumur sing bening tur jero pecerene tansah ombo...

Dawkins Myhero : wew, revolusi informasi ntu yg ngebawa brkah bg peradaban kita teknologi or industriny...?

Adjie Vickry Ya... pokoknya yg gitu2 deh bung maksud sy... hehe...

Adjie Vickry Yoi Za... Jd sangat wajar kalau orang sekaliber Gus Dur banyak disalahpahami...

Bahkan, label kontroversial yg dilekatkan pd blio itu pun mnrt sy jg mrupakn kontroversialitas tersendiri, krn sesuatu yg baru or asing bg banyak orang pastilah kontroversial...

Taqwa Wibowo Maju perut pantat mundur mas..Eh slh dh, mju trus pantang mndur mas...Hehehe...Mang bgtu mas,kl kbnrn nongolnya duluan y sang pahlawan g dpt julukan dong????

tetapi kadang dan sering manusia mengalami KEANEHAN yang tiada tara.... kadang apa yang dilihat atau dicerap dengan nalar mereka sendiri-sendiri sudah merupakan suatu yang benar bagi mereka yang memikirkan....tapi apakah itu sudah benar dal...See More

Arief Rahman hehehe Sri Krishna, Sang Avatar, Sang Nabi pernah berkata: "Diantara para pendusta, akulah pendusta terbesar"....:-) hahahhahahaha

Waduh, tp apa boleh buat bung ulin, bung arief... kalau konotasi bohong or dusta adalah mengatakan apa yg sesungguhnya tidak terkatakan, apakah ada yg salah dg kebohongan semacam ini?! Krn bahkan Tuhan sendiri pun berlaku demikian?

Contoh,...See More

Adjie Vickry innalillahi wa inna ilayhi raaji'uwn. selamat jalan, bung fritz... mohon dimaafkan kesalahan2 bung dawkins, njih... malam ini adalah hari ketujuh kami menahlilkannya.
10 hours ago · Edited · Like · 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar