Mengenang 1000
hari berpulangnya El
Berikut ini
adalah sebagian jejak Muhammad Alfaqri Ila’aunita’ala (Elfaqr Aunitala) yang
pernah saya publish di fb.
Membaca
Kembali Dua Buah Sajakmu
Sang Pejalan
Sajak: Elfaqr Aunitala
Sajak: Elfaqr Aunitala
Panas matahari dan debu yang menghalimbubu telah kaujadikan kawan
Begitupun dingin malam dan deras hujan tak pernah kaupantang
Sebuah tujuan dimana asal engkau pernah terlahir dan akan pulang
Telah meleburkan batas antara kebahagiaan dan penderitaan
Wahai engkau yang demikian karib dengan tandus dan gersang sahara
Guratkanlah untukku jejak langkahmu agar bisa kujadikan peta
Untuk menemui para pecinta
Agar aku tidak sesat langkah
Agar aku tidak hilang arah
Masjid Nabawi, 16 Maret 2009
Tanggal yang kaububuhkan di akhir sajakmu itu, dan hubungan perasaan antara kita saat itu, membuatku tak bisa menahan airmata saat pertamakali membacanya. Tapi belakangan ini saya malu, karena sempat ke-geer-an begitu. Ya, tanggal yang kauterakan di akhir sajakmu hanyalah kebetulan belaka, karena pada waktu itulah kamu menulisnya.
Adapun tentang prediksimu terhadap buku Al-Hikam Ibn ‘Athaillah Untuk Semua, yang mestinya kamu edit, tapi justru kamu publish di friendster kamu, aku tetap tak bisa berkata-kata. Ya, bagaimana mungkin aku bisa menganggapmu sebagai remaja yang biasa-biasa saja, ketika hanya beberapa jam menjelang anfal, kamu menulis sajak berkut ini?!
Setidaknya,
sepeninggalmu hingga hari ini tiga buah judul buku om telah diterbitkan oleh
penerbit mapan. Mungkin hal inilah yang tersembunyi di balik alasan
papamu yang tidak mengizinkan tulisan-tulisan kamu dipublish menjadi buku.
Insyaallah kalau blog ini memang akan membawa manfaat,
tulisan-tulisanmu yang sangat mencerahkan—minimal menurut om pribadi—akan om upload
secara berkala di sini.
Bila Sampai Waktuku
bila sampai waktuku
kawan-kawanku tentu akan melanjutkan apa yang mereka anggap pantas untuk dilanjutkan
adapun berbagai kesalahan dan kekuranganku, tak perlu dimaklumi atau dimaafkan karena memang hanya sebatas itu yang bisa aku lakukan
bila sampai waktuku
kawan-kawanku pasti akan mengenang apa yang pantas mereka kenang dan melupakan apa yang dengan sendirinya akan terlupakan
bila sampai waktuku
aku tahu, karena itu aku berusaha untuk tidak sampai melukaimu
tapi jika akhirnya kamu tetap terlukai olehku, memang begitulah sesungguhnya aku, yang ternyata hanya bisa melukaimu
bila sampai waktuku…
pku, 24/04/09
Dan
kamu tidak siuman lagi hingga hari ini, di hari jadimu yang ke 19 ini. Selamat
Ulangtahun adikku…
Ya ayyatuha al-nafsu al-muthmainnah… irji’iy ilaa rabbiki raadliyatan mardliyah… fadkhuliy fiy ‘ibaadiy wadkhuliy jannatiy… (Wahai jiwa yang tenang… kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kerelaan… bergabunglah dalam lingkungan hamba-hamba-Ku dan masukilah surga-Ku…)
Kelembutan hati, luasnya fikiran dan wawasanmu akan membuatmu abadi dalam hati kami…
Bintaro, 10 Maret 2010.
Agung Permadi merinding dan bergetar hatiku kang tiap membaca sajak El
''bila sampai waktuku'' seolah saya sendirilah yang menulisnya.
semoga almarhum tenang disisi-NYA.
Amin.
Adjie Vickry
amin. suwun kang shalik...
March 10, 2010 at 5:31pm · Like
Dawkins Myhero, Tahun penulisan sajak pertama, salah ketik tuh, Bro...
Adjie Vickry
Iya bung, sdh sy betulin...
Adinda Laras
sajak yang sangat menjadikan saya terbengong-bengong...mas Ajdie, Allahu
Akbar... semuanya akan kembali kepada-Nya
March 11, 2010 at 3:10pm · Like
Adjie Vickry
terimakasih untuk apresiasinya, mba laras...
March 11, 2010 at 5:06pm · Like
Inti Pesan Tujuh Surah menurut Elfaqr Aunitala
Al Takaatsur
- Berebut
pengaruh, popularitas, harta benda, status sosial, dlsb, telah melenakan
manusia hingga tanpa sadar mereka telah berada di bibir jurang2 yg siap
mengubur potensi kemanusiaan yg menyebabkan mereka tertahbiskan sebagai
khalifah-Nya di bumi.
- Kalau saja
manusia mampu mengelaborasi ilmu yakin, tentu mereka akan senantiasa menyadari
berbagai marabahaya yg akan melumatkan eksistensi kekhalifahan mereka.
- Dg demikian,
manusia pun akan mampu tegak mengemban amanah kehidupan karena telah berpijak
pada ainul yakin dalam memandang setiap permasalahan.
Al 'Ashr
-
Hidup dalam rentangan masa yg cukup jauh dg para nabi dan rasul, agar tetap
berada dalam lintasan shiratal mustaqim, manusia harus memiliki keimanan yg
kritis.
-
Iman yg kritis bisa dipertahankan dg terus menerus berbuat baik, dan tanpa
kenal lelah untuk saling memberikan nasehat tentang kebenaran dg penuh empati
dan kesabaran.
Al Zilzaal
-
Bumi yg tiap hari selalu kita injak-injak
ini tak boleh dipandang remeh. Karena diam-diam,
oleh Tuhan ia telah dianugerahi potensi yg maha dahsyat, di luar bayangan
kebanyakan manusia.
- Karena itu, kita tak bisa semena-mena memperlakukan bumi.
- Karena itu, kita tak bisa semena-mena memperlakukan bumi.
Al Humazah
-
Kita tidak boleh sembarangan menjustifikasi orang lain hanya dg subyektivitas
sudut pandang tertentu.
Al 'Aadiyaat
-
Bayangkan, Tuhan yg Mahasegalanya itu masih berkenan
bersumpah demi sesuatu yg terengah-engah..?! Dia sungguh Mahalembut...
Al Qaari'ah
-
Alam dan seisinya tidak ada apa-apanya di hadapan kekuasaan-Nya.
Al Ghaasyiah
-
Di surga tidak akan pernah ada lagi berbagai omong kosong yg dilakukan oleh
orang awam, politisi, ilmuwan, agamawan, hingga budayawan.
- Ipung Kamaludin, Steve Mustang and Amrodhi Satriani like this.
barusan sy dpt email dr gus muh,
adikku. blio sgt appreciate trhdp ketujuh surah versimu yg om posting sbg
notes. siang ini td, "pembacaan" ayat2 cahaya dr kmu yg sudah om
rangkum pun langsung om forward ke blio. om merinding baca komentar gus muh
ihwal kamu...
dugaan om insyaallah tdk meleset, kamu memang tdk pernah meninggalkan kami semua...
terimakasih adikku, kamu telah memberikan ommu ini berkah ramadhan yg blm pernah om rasakan sblmnya...
pembenamanmu ke dalam bumi berakrab sepi ternyata telah menginspirasi banyak orang yg kian hari kian intens berakraban dg ommu lwt jejaring maya yg sblmnya sempat om sinisi ini...
insyllah semua ini akan menjadi jariyah yg baik bagimu adikku...
amin.
September 12, 2009 at 3:25pm · Like
Adjie Vickry
@gus muh: maklum excited gus... hehe... biarin aja, komen ga
bisa diedit... saya rela untuk lebay deh.. hehe... suwun gus, kirain ga lg online...
September 12, 2009 at 3:37pm · Like
Al Ghaasyiah
Apakah
telah sampai kepadamu berita tentang al ghaasyiah? Wajah-wajah pada hari itu begitu muram, kepayahan dan lelah.
Dia akan memasuki (kobaran) api yg sangat panas. Diberi air minum dari mataair
yg mendidih, tak ada makanan selain dari pohon berduri, yg tidak menggemukkan
dan tak bisa mengusir rasa lapar.
Sebagian wajah pada hari itu berbinar, sukacita karena usahanya (tidak sia-sia), berada dalam taman yg luhur, yg di dalamnya tak pernah terdengar omong kosong. Di dalam taman itu; mataair mengalir, kedudukan mulia, gelas-gelas yg dipersiapkan, bantal-bantal tersusun, dan permadani-permadani yg menghampar.
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Kepada langit, bagaimana ia ditinggikan? Pada gunung-gunung, bagaimana bisa ditegakkan? Dan terhadap bumi, bagaimana ia dibentangkan?
Maka ingatkanlah (mereka), karena sesungguhnya engkau adalah pemberi peringatan. (Dan samasekali) bukan seorang pemaksa bagi mereka.
Namun, ia yg berpaling dan ingkar, maka Allah akan mengazabnya dg azab yg lebih besar...
Sungguh, hanya kepada-Kulah mereka kembali... Kemudian, Aku sendirilah yg akan memperhitungkan mereka...
Ahmad Thoufan Firdaus jadi alghosyiyah itu apa???
September 10, 2009 at 2:15pm · Like
Adjie Vickry
haha... terserah dikau, maunya apa... haha...
September 10, 2009 at 2:20pm · Like
Ahmad Thoufan Firdaus coba deh, perhatiian, disitu Allah tanya terus jawab
sendiri... gimana seh??
September 10, 2009 at 2:22pm · Like
Adjie Vickry
lah, kan emang dari sononya begitu bro... klo yg jawab saya ato smpyan kan
bukan albayan... haha...
September 10, 2009 at 2:25pm · Like
Ahmad Thoufan Firdaus kalo yang jawab sampeyan jadi mang kabayan... hahahaha...
September 10, 2009 at 2:26pm · Like
Adjie Vickry
haha...
September 10, 2009 at 2:30pm · Like
Al Qaari'ah
Al
qaari'ah. Apakah al qaari'ah? Tahukah kamu, apakah al qaari'ah itu?
Pada
hari itu, umat manusia bagai belalang yang berhamburan. Dan gunung-gunung
laksana kapas diterbangkan angin.
Maka, siapa yang berbobot timbangannya, dia akan menjalani kehidupan dengan penuh kerelaan. Adapun yang tidak berbobot setelah ditimbang, hanya akan beribukan haawiyah.
Apakah kamu tahu, apa itu haawiyah?
(Hawiyah adalah) api (kemarahan) yang sangat menyengat panasnya...
- A Pan Di likes this.
Al Humazah
Celakalah
setiap pengumpat dan pencela. (Yang hanya melihat segala sesuatu dari sudut
pandang) orang yang mengumpulkan harta dan terus menerus menghitungnya. Ia
menyangka bahwa harta (yang terus menerus diburunya dalam setiap kesempatan
itu) akan mengekalkan hidupnya.
Tidak, sekali-kali tidak, karena dia akan sungguh-sungguh terlempar ke dalam khuthamah.
Tahukah kamu, apa khuthamah itu?
(Khuthamah adalah) api (kemarahan) Allah yang menyala-nyala, yang daya bakarnya mampu menghanguskan hati. Dan khuthamah itu terus mengepung mereka, (di mana mereka terlanjur) terikat pada sesuatu yang tak lagi mengenal ujung...
- Rossy Idha likes this.
- Adjie Vickry @mba farah: kejumudan mba... jadi wawasan orang semacam itu yg hrs dibebaskan... tabik...September 14, 2009 at 3:40pm · Like
Al 'Aadiyaat
Demi (kuda-kuda
perang) yg lari terengah-engah, yg memercikkan api (dg telapak-telapak
kakinya), saat melakukan serangan fajar, yg membumbungkan debu-debu (hingga
menutupi penglihatan), dan langsung menembus jantung pertahanan lawan.
Sungguh, manusia senantiasa menyangkal (nikmat) dari Tuhannya. Dan dalam keadaan sadar sepenuhnya saat melakukan penyangkalan itu. Sesungguhnya (penyangkalan itu terjadi) karena manusia terlalu mencintai sesuatu yg dianggapnya layak (untuk dibanggakan).
Apakah manusia tidak tahu bahwa sesuatu yg di dalam kubur itu akan dibangkitkan (kembali)? Dan semua yg ada di dalam dada pun akan diperiksa?
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu telah sangat mengetahui (apa yg telah) mereka (perbuat).
- Rossy Idha and A Dhani Akar Langit like this.
Al Zilzaal
Ketika
bumi berguncang dg seguncang-guncangnya. Lalu ia memuntahkan isi perutnya.
Manusia (pun tersentak, lalu) berkata: ada apa dengan bumi (kita ini)?
Hari itu, bumi membeberkan semua peristiwa yang pernah dialaminya. Sesuai instruksi Tuhannya. Di saat yg sama, manusia mendada (tak bisa menghindar dari konsekuensi perbuatan yg telah dilakukannya) dengan (perasaan) carut marut, (umat manusia bagai menghadapi panggung raksasa) menyaksikan (rekaman) tingkah polah mereka (selama hidup di dunia).
Yang berbuat baik sekecil apa pun, akan melihat (balasan)-nya. Begitu juga yg berlaku buruk sehalus apa pun, tak bisa lagi menghindari (akibat)-nya.
* Apakah berbagai guncangan "kecil" bumi yg tengah kita alami beberapa tahun terakhir ini scr bertubi telah menyadarkan kita?
Ataukah kita memang tidak pernah benar2 yakin bahwa akhirat itu ada sehingga masih harus menunggu bukti guncangan bumi yang seguncang-guncangnya itu, di mana instrospeksi sudah tidak dimungkinkan lagi dan segala bentuk sesal tak mempunyai arti..?!
- Rossy Idha and Lek Paijo like this.
- Adjie Vickry @kang sholeh: sy sdh posting muradnya versi el dlm note trsndri kang.. (inti pesan tujuh surah...)
- dlm kitab zubadnya ibn ruslan tertulis: wa kullu man bi'ilmihi lam ya'malan, mu'adzdzabun min qabli 'ubbaadi 'l-watsaan (orang2 alim yg tdk mempraktikkan pengetahuannya akan disiksa sebelum kaum penyembah berhala disiksa...See More
September 13, 2009 at 8:09am · Like
Al 'Ashr
Demi
waktu 'ashr (saat di mana sepertiga siang telah terlewati, dan maghrib telah
menanti). Sungguh, manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali mereka yg
beriman (optimistik pada akhirat, meyakini akan adanya hari pembalasan setelah
kematian dan mereka telah mempersiapkan diri dengan usaha maksimal), dan mereka
yg senantiasa berbuat baik (di bumi); yang saling nasehat menasehati dalam
kebenaran dengan penuh kesabaran (karena menyadari bahwa hanya Tuhanlah pemilik
kebenaran sejati. Meski berusaha berakhlak dg akhlak Tuhaniy, mereka yang tidak
akan merugi ini tetap menyadari keterbatasannya sebagai manusia, sehingga tidak
sampai menjadi otoriter; semena-mena mengangkangi kebenaran Tuhan).
- Rossy Idha, Lek Paijo and 2 others like this.
- Azies Coz Hari adlh kumpulan waktu dan waktu adlh modal paling berharga yg d miliki oleh manusia,,,,,,,
September 9, 2009 at 8:13am · Like
Adjie
Vickry
terimakasih bung sahid dan bung azis atas kunjungannya...
September 9, 2009 at 9:14am · Like
Al Takaatsur
Berbanyak-banyak
(memburu; pengaruh, popularitas, harta benda, status sosial dlsb) telah membuat
kalian terlena. Hingga (tanpa kalian sadari, tiba2 kalian sudah berada) di
bibir liang berbagai kuburan. Janganlah terlalu, kalian semua nantinya (toh)
akan mengetahui. Ya, jangan kelewatan begitu, kalian semua (pasti) akan
mengetahui. Jangan, kalau saja kalian dapat mengetahui dg ilmu yakin... Tentu
kalian akan benar2 (mampu) melihat neraka (dg sangat jelas). Kemudian, kalian
(pun) akan sungguh2 melihat dg ainul yakin... Setelah itu, di satu hari (yg
telah ditentukan-Nya, kalian harus bisa mempertanggungjawabkan karena) berbagai
kenikmatan (yg telah kalian terima) akan sungguh2 dipertanyakan...
- Ipung Kamaludin, Amrodhi Satriani, Rossy Idha and 2 others like this.
Adjie Vickry @all: mnrt sy, kenapa el membiarkan; al zilzaal, al qaari'ah, maupun
al ghaasyiah, sbgmna adanya adanya krn mnrt dia ketiga istilah itu hanyalah
sebagai nama, atau penanda, dan bukan kiamatnya
itu sendiri.
temen2 msih ingat ttg kiamat kecil (sughra) dan kiamat besar (kubra) kan...? nah, el pernah mengistilahkan kiamat akhirat dan kiamat dunia, begitu juga dg neraka dan surganya, termasuk hisabnya...
September
10, 2009 at 6:53pm · Like
Adjie Vickry @all: lugasnya, menurut el; surga dan neraka itu bisa langsung dirasakan dalam
kehidupan dunia, adapun surga dan neraka yg diakhirat itu samasekali tidak
perlu utk dibayang2 kan, termasuk saat beribadah.
meski almahrum tdk pernah menyinggungnya scr langsung, sy yakin dia telah bersepakat dg sydna ali tentang hirarki beribadah, dr yg bermental budak, pedagang, hingga pencinta.
September 10, 2009 at 7:12pm · Like
Lailah
alqadr
"Sungguh,
telah Aku turunkan ia (alquran 'itu') pada lailah alqadr. menurut pendapatmu,
apakah lailah alqadr itu? lailah alqadr itu lebih baik dari seribu bulan. di
lailah alqadr itu; turun para malaikat dan ruh atas izin Tuhan mereka (untuk
mengurus) berbagai persoalan. selamatlah ia (lailah alqadr) hingga terbit
fajar."
Membaca teks surah alqadr ini dg mengacu pada: al ibratu bi 'umumi 'l-lafdhi la bikhusuwshi 'l-sabaab (makna itu ditentukan oleh universalitas kata, tidak oleh spesifikasi sebab), saya seperti mengawang-awang... karena berkeyakinan bahwa lailah alqadr itu bisa ditemukan kapan saja... tapi sekaligus tdk menjamin bahwa mereka yg hanya menungguinya dg iktikaf di masjid pada malam2 ganjil dalam paruh kedua ramadhan akan bisa bertemu dengannya...
wa'llaahu a'lam bi 'l-shawaab.
Adjie Vickry @gus muh: leres gus, lailah alqadr, bagi saya tetep susunan
mudlaf dan mudlaf ilaih.
hanya saja, kalau saya transkrip sbg
lailatu 'l-qadr, kesannya sudah biasa, padahal saya bermaksud memberikan aksen
bahwa kata "majemuk" itu terdiri dari malam (yg bisa berkonotasi sbg enigma, krn tak
bermatahari) dan alqadr (yg punya makna harfiah sbg ukuran, dan kemudian
dipahami secara umum menjadi takdir Tuhan). suwun gus... tabik...
September
7, 2009 at 7:19pm · Like
Loektamadji A Poerwaka Pembacaan saya seperti juga pembacaan
anda mas Adjie... siapapun kapanpun dimanapun dapat memperoleh malam itu tidak
hanya disaat saat yang sangat dikhususkan itu..itulah malam orang yang
ditunjuki jalan yang lurus....
September 7, 2009 at 8:19pm · Like
Loektamadji A Poerwaka saya mempertahankan malam....... mengapa malam demikian
istimewanya banyak firman Allah yang menjelaskannya
September 7, 2009 at 8:29pm · Like
matur
sembahnuwun pak loek... dalem berkeyakinan bhw lailatul qadr ini berkaitan erat
dg petuah bijak: amsikuw 'ani 'l-qadari (hendaklah kalian semua menjaga diri
dari membicarakan takdir Tuhan), yg oleh alghazaliy disebut sbg hadis, tp sy
...See More
September 8, 2009 at 4:39am · Like
Loektamadji A Poerwaka Biarkanlah dengan pendapat masing
masing, selamat pembacaan dilandasi oleh firmanNya dan tidak bertentangan
dengan firmanNya yang lain menurut saya dpt diterima kalau berdasarkan atas
situasi/kondisi yg dikaitkan dgn dibatasinya ruang dan waktu saya menjadi tidak
sreg...
September 8, 2009 at 5:25am · Like
Adjie
Vickry suwun pak
loek... tabik...
September 8, 2009 at 6:58am · Like